Kamera DSLR Canon EOS 1000D di Alnect Komputer
31 Comments Published June 23rd, 2009 in coba-coba, event, net update, personalEntah kenapa, sekarang ini kamera DSLR sudah menjamur di semua kalangan masyarakat. Temenku aja udah banyak yang punya barang mewah ini, bahkan udah ada komunitasnya sendiri. Mungkin disebabkan banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh kamera DSLR ini dibanding dengan kamera pocket biasa. Disini saya akan mencoba melihat seberapa ‘hebat’ kekuatan yang dimiliki oleh sebuah kamera DSLR keluaran Canon, dengan tipe 1000D.
Kamera digital Canon EOS 1000D adalah nama yang digunakan pada pemasaran di wilayah Eropa, sedangkan pada wilayah Jepang dikenal sebagai Digital Rebel XS atau Canon EOS Kiss Digital F. Adalah kamera profesional entry level meneruskan pendahulunya Canon EOS 450D, dengan beberapa upgrade pada fasilitasnya, salahsatunya adalah menggunakan image processor DIGIC III yang memberikan kesempurnaan gambar serta kecepatan focus dan opeasional yang lebih baik jika dibandingkan processor sebelumnya. Kamera ini juga dilengkapi dengan live view pada LCD sehingga kita dapat melihat object yang akan di shoot melalui layar LCD. Salah satu kelebihan dari live view ini adalah kita bisa mendapatkan 100% object tanpa ada yang terlewatkan, dibanding jika kita melihat object melalui optical viewfinder, yang biasanya hasil fotonya akan menjadi sedikit lebih besar dibanding apa yang dilihat dari optical viewfinder. Yang harus diperhatikan bahwa live view pada kamera Canon EOS 1000D ini tidak bisa digunakan pada mode shooting tertentu.
Pada saat pembelian kamera Canon EOS 1000D ini, akan disertakan lensa kit dengan ukuran 18-55 IS EF-S F3.5-5.6. Salah satu kelebihan dari lensa kit ini adalah kemampuan image stabilizer yang membuat kita dapat menurutkan kecepatan shutterspeed untuk mendapatkan hasil yang lebih sesuai, tanpa takut gambar menjadi kabur akibat getaran tanggan pada saat kita menekan tombol shutter. Kamera ini menggunakan mount lensa yang cocok untuk lensa EF dan EF-S, sehingga kita dapat lebih flexible dalam memilih lensa apa yang akan digunakan dengan kamera ini.
Jenis memory yang digunakan pada kamera Canon EOS 1000D adalah SD (secure digital) memory card dan juga bisa digunakan pada memory jenis SDHC untuk kapasitas yang lebih besar. Karena saat ini harga memory semakin murah, dan juga kemampuan menyimpan kamera ini yang semakin besar, maka disarankan untuk menggunakan memory card dengan ukuran yang besar atau setidaknya diatas 1G.
Sama seperti kamera digital jenis EOS lainnya, kamera ini dilengkapi dengan system pembersih sensor yang dapat membantu membersihkan debu dari sensor sehingga hasil foto kita tidak terganggu akibat kotoran debu tersebut. Cara Kamera Canon EOS 1000D ini membersihkan sensor adalah dengan getaran gelombang ultrasonic dan kemudian menggunakan low pass filter yang memiliki lapisan anti-static yang dapat melindungi dari debu.
Kamera Canon EOS 1000D dilengkapi dengan pop-up flash, yang secara elektronis akan terbuka jika diperlukan. Flash guide number untuk flash internal ini adalah 13 meter pada ISO 100. Pada ukuran ini flashnya cukup kuat jika dibandingkan kamera digital sejenisnya. Flash ini juga berfungsi sebagai lampu AF assist, untuk membantu kamera menemukan focus jika kita akan memotret object pada kondisi cahaya yang kurang.
Canon EOS 1000D juga didesign untuk dapat digunakan pada batery grip jenis BG-E5 (optional, tidak disertakan didalam dos pembelian kamera) agar dapat ditambahkan battery dengan jenis double lithium ataupun dengan jenis battery AA yang bisa didapatkan dengan mudah disupermarket terdekat jika kita kehabisan battery. Performa battery bawaan kamera Canon EOS 1000D (battery jenis LP-E5) ini cukup baik yang disebutkan dapat digunakan untuk kuranglebih 500 kali shoot pada kondisi normal, namun hal ini sangat berpengaruh seberapa sering kita menggunakan LCD untuk review ataupun preview, juga seberapa banyak kita menggunakan internal flash akan mempengaruhi kekuatan battery.
Spesifikasi :
- Resolusi 10.1 megapixel
- Sensor CMOS
- Resolusi maksimal 3888 x 2592
- Digic III Image Processor
- Jenis file RAW dan JPEG file formats
- Shutter speeds 1/4000 sampai 30 seconds
- LCD 2.5 inc dengan resolusi 230,000 pixels
- Support Live View dari LCD
- ISO range: auto, 100 sampai 1600
- Hotshoe
- Jenis memory: SD / SDHC
- Video output NTSC / PAL format
- Remote control E3
- USB 2.0 hi-speed data and control interface
- Battery Lithium-Ion LP-E5
- Ukuran 5.1 x 3.9 x 2.4 in
- Berat 502 g (dengan battery)
Mau Ikutan Blog Contest juga? Klik gambar di bawah ini!
Bosan!
itulah yang saya rasakan saat ini. Tiap hari kerjaannya cuma makan, ngenet, tidur.. Gimana mau berkembang kalo cuma begini terus? Kemaren waktu mudik, dirumah malah terasa asik ikut bantuin kerjaan orang tua. Dan pas udah balik lagi ke kosan, ya bosen lagi
Piye yo?
Mau cari kesibukan lain juga males, hehehe. Ada solusi??
Berhubung tadi ada yang sms saya, sampe telfon segala tanya gimana caranya update PES 2009, lebih baik saya postingkan disini saja langkah-langkahnya
Cara update PES 2009 (via Kit Server) :
1. Pastikan PES 2009 udah terinstall dengan benar di kompie kamu
2. Siapkan file updatenya, jika belum punya bisa download disini
3. Download selesai? Kalo belum, ya ditunggu aja sampe selesai..hehehe
4. Siip, udah selesai kan? Langsung extract file nya..
5. Copy folder “kiterver” dan Paste di folder directories tempat kamu menginstall PES 2009 ( C: -> Program Files -> KONAMI -> Pro Evolution Soccer 2009 -> “paste disini!”)
6. Jalankan “setup.exe”, -> install!
7. Selanjutnya, copy dan paste folder “save” ke My Document -> KONAMI -> Pro Evolution Soccer 2009 -> “paste disini!” (replace? YES!) jika tidak, pindahkan terlebih dahulu folder save agar tidak terREPLACE!
8. Jalankan PES 2009, rasakan bedanya..
* Untuk hasil maksimal, gunakan RAM diatas 1GB, dan VGA card 256MB ke atas
Mengejutkan!
Mendadak pagerank ku N/A, padahal sebelumnya sudah 3. Kenapa ya? ada yang tau?
semoga saja cuma error sementara..
kalo beneran ilang, bisa-bisa pensiun ngeblog aku
Barusan saya mendapatkan email (mailing list : ambalan) yang isinya terkait jika kita ditilang polisi, apa saja yang harus dilakukan?. Karena diminta buat menyebarkan ke teman2, saya posting saja disini. Semoga benar dan bermanfaat
Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya
dialog antara polisi dan sopir taksi.
Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir ( Sop ) : Baik Pak?
P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung
mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang?lalu menulis dengan sigap
Continue reading ‘Bila anda ditilang Polisi’
Kemaren sore, menjadi sore yang sangat menyeramkan dan mencekam. Sejak siang hari, mendung sudah menyelimuti sebagian besar kota jogja dan akhirnya diakhiri dengan hujan deras disore harinya. Sesekali kilat dan gledek menyambar, seakan meluapkan kemarahannya akan manusia-manusia di bumi yang penuh dengan dosa . .
Yapz, intro nya cukup!!
Intinya, sabtu sore sehabis maghrib saya dengan teman saya makan di tempat biasa kami makan, yaitu di lesehan “Sabar Menanti” jalan monjali. Karena yang jualan masih mempersiapkan wajan penggorengan untuk menggoreng kami, akhirnya ayam harus menunggu agak lama.
1 menit . . . 10 menit . . . 15 menit . . .
Entah mimpi apa saya tadi malam, hal buruk pun terjadi pada kami. Segerombolan pengamen mendatangi kami, sialnya pengamennya adalah BANCI (baca : bencong) semua. ” wer..eeweer..eweeer…eweeer.. selamat sore mas ganteng,, auuhgh, numpang ngamen donk…bla bla bla bla”
Suasana tenang dan tentram berubah menjadi mistis seketika. Karena tak ingin muntah melihat manusia berkumis tapi pake tank top, akhirnya seribu perak kesayangan segera disodorkan ke banci-banci tadi, dan berharap mereka segera angkat tangan dan kaki. Hati sedikit terasa tenang, karena mereka akhirnya pergi juga dari tempat kami makan. Tapi, tak disangka-sangka, sembari mereka pergi tangan mereka “keluyuran” kemana-mana. Badan atletis saya terkena serangan maut “d’cubits bin mantep”, betapa sialnya saya. Makan pun jadi terasa bancinya!! Ough!

top
rss