Beberapa waktu yang lalu, walaupun tanpa niat dan rencana yang matang, akhirnya saya ‘kelakon’ juga ke Jawa Timur untuk yang ke 5 kalinya (asal tulis aja, biar kelihatan sering kesana). Berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, untuk kali ini saya hanya berdua saja dengan teman saya a.k.a Susi (nama lengkap disamarkan, biar ngga ketahuan kalau itu nama seorang laki-laki). Dengan hanya bermodalkan sepeda motor Honda Supra kami pun melaju dengan pede nya dari Ngawi. Membelah Jawa Timur, bergerilya, mengendap-endap seperti halnya pertempuran 10 November 45, akhirnya kami pun sampai di Madura. Entah setan apa yang telah merasuk, sehingga kami mau-maunya bermotor ria hingga 900-an kilometer
Oke.. setan nya tidak usah dibahas. Dan karena saya sedang tidak bisa berpikir jernih untuk menuliskan kata-kata bagus, sebaiknya saya share photo-photo aja disini :
“Jembatan SuraMadu” (senja)

Read the rest of this entry »
Ketika saya melewati Jalan Pandaan – Surabaya, atau lebih sering disebut dengan Jalan Kasri, mata saya tertuju pada sebuah bangunan unik khas Tiongkok. Saya pun memutuskan untuk berhenti dan mengabadikan gambarnya.
Pertama kalinya saya mengira bangunan tersebut adalah sebuah pagoda (bukan permen lho), klentheng, atau semacamnya, namun setelah saya berada di depan bangunan tersebut dan mengamatinya, ternyata bangunan tersebut adalah sebuah Masjid.

Masjid Muhammad Cheng Hoo namanya. Masjid ini dibangun atas prakarsa dari PEMDA Pasuruan, dan telah diresmikan pada tanggal 27 Juni 2008. Pemberian nama “Cheng Hoo” pada masjid ini bertujuan untuk menghormati Laksamana Cheng Hoo, seorang Laksamana dari Cina yang telah berjasa dalam upaya penyebaran Agama Islam di Jawa.
Read the rest of this entry »
Suatu kebanggaan tersendiri ketika saya akhirnya bisa mengarungi Selat Sunda, selat penuh sejarah yang menghubungkan dua pulau besar Jawa dan Sumatra. Bukan sebuah rencana, hanya iseng memanfaatkan keadaan
Sedikit mengingat sejarah dari Selat Sunda, tepatnya pada awal tahun 1942 di Selat ini terjadi pertempuran hebat antara pasukan Jepang yang dikomando oleh Laksamana Muda Kenzaburo Hara yang menenggelamkan cruiser sekutu USS Houston dan HMAS Perth saat kedua kapal tersebut berusaha menghadang pendaratan pasukan Jepang di Jawa. Sedikitnya 1000 awak kapal sekutu tewas, dan pertempuran pun dimenangkan oleh pasukan kekaisaran Jepang.
Pada jarak tersempit, Selat ini memiliki lebar kurang lebih 30 km saja, sehingga pada cuaca normal Pulau Sumatra samar-samar terlihat dari pelabuhan Merak atau dari sepanjang Pantai Anyer. Di Selat ini juga terdapat beberapa pulau kecil, yang salah satu diantaranya adalah pulau vulkanik Krakatau.
Berikut penampakannya :
pulau kecil di tengah selat

Read the rest of this entry »
Semua orang sudah pasti tahu akan keindahan pantai Anyer dan sekitarnya. Deretan pantai di selat sunda ini memiliki daya tarik yang sangat tinggi karena anak krakatau dapat terlihat dengan jelas dari bibir pantai.
Salah satu pantai di Anyer yang saya kunjungi adalah Pantai Marbella. Lokasi pantai ini tepat di belakang apartemen Marbella, jalan Anyer. Keindahan pantai dipadu dengan sinar matahari senja, membuat pantai ini terlihat spesial.

Read the rest of this entry »
Beberapa waktu yang lalu saya bersama dengan teman-teman saya berniat untuk jalan-jalan ke Bandung ala seorang backpacker. Dengan hanya bermodalkan tekad dan uang receh yang kuat, akhirnya kami berangkat dari Stasiun Lempuyangan Jogja. Menggunakan kereta api kelas rakyat melata memang memiliki keunikan tersendiri, asyik, asin, renyah dan nendang pokoknya (diungkapkan dengan nada menggebu-nggebu).
Singkat cerita kami pun sudah di Kota Kembang, Bandung. Dengan mengandalkan teman-teman yang sok kami kenal di sana, kami akhirnya bisa dibantu untuk menjelajahi Kota Bandung. Salah satu tempat yang paling menarik adalah Ciwidey atau sering dikenal dengan Kawah Putih.

Kawah Putih terletak di Gunung Patuha, Jawa Barat dengan ketinggian yang mencapai 2.386 mdpl. Kawah dari gunung inilah yang sering disebut-sebut sebagai Kawah Putih.
Read the rest of this entry »
KKN beberapa bulan yang lalu meninggalkan banyak kenangan indah. Beberapa diantaranya adalah ketika menggunakan waktu luang (dipaksakan luang lebih tepatnya) untuk jalan-jalan menikmati obyek wisata yang ada di kecamatan dimana saya KKN, yaitu Imogiri.
Di daerah Imogiri terdapat beberapa obyek wisata yang sudah sering dikunjungi banyak orang, baik dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah Makam Imogiri, tempat dimakamkannya raja-raja Mataram beserta keluarganya. Makam ini terletak di puncak bukit, yang berada di daerah Ginirejo. Makam ini didirikan oleh Sultan Agung, sekitar tahun 1632 – 1640 M, yang merupakan bangunan milik kasultanan.

jadwal berkunjung ke makam.
Read the rest of this entry »
→ Recent Comments