yazid's blog!

→ ngandhong opo mbecak, mlaku thimik-thimik!

kembali lagi !

yiaaahuuu.. setelah sekian lama berpuasa ‘nulis-menulis’ akhirnya saya kembali lagi. 2 bulan Kumpul Kumpul Ngga jelas membuat saya tidak bisa mencurahkan isi otak di blog tercinta ini.. hahahaha

oiya, Marhaban yaa Ramadhan buat semua saudara-saudaraku, selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

minta maaf juga buat mas dan mbak yang komen nya belum dan tidak terbalaskan… :D

saatnya ngeblog lagi… let’s go!

Sudah Mulai Bosan !

Bosan!

itulah yang saya rasakan saat ini. Tiap hari kerjaannya cuma makan, ngenet, tidur.. Gimana mau berkembang kalo cuma begini terus? Kemaren waktu mudik, dirumah malah terasa asik ikut bantuin kerjaan orang tua. Dan pas udah balik lagi ke kosan, ya bosen lagi :D

Piye yo?

Mau cari kesibukan lain juga males, hehehe. Ada solusi??

Bila anda ditilang Polisi

Barusan saya mendapatkan email (mailing list : ambalan) yang isinya terkait jika kita ditilang polisi, apa saja yang harus dilakukan?. Karena diminta buat menyebarkan ke teman2, saya posting saja disini. Semoga benar dan bermanfaat ;)

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya
dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir ( Sop ) : Baik Pak?
P : Mas tau..kesalahannya apa?
Sop : Gak pak
P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor taksi yg memang gak standar) sambil langsung
mengeluarkan jurus sakti mengambil buku tilang?lalu menulis dengan sigap
Read the rest of this entry »

Sore yang mencekam!

Kemaren sore, menjadi sore yang sangat menyeramkan dan mencekam. Sejak siang hari, mendung sudah menyelimuti sebagian besar kota jogja dan akhirnya diakhiri dengan hujan deras disore harinya. Sesekali kilat dan gledek menyambar, seakan meluapkan kemarahannya akan manusia-manusia di bumi yang penuh dengan dosa . .

Yapz, intro nya cukup!! :D

Intinya, sabtu sore sehabis maghrib saya dengan teman saya makan di tempat biasa kami makan, yaitu di lesehan “Sabar Menanti” jalan monjali. Karena yang jualan masih mempersiapkan wajan penggorengan untuk menggoreng kami, akhirnya ayam harus menunggu agak lama.

1 menit . . . 10 menit . . . 15 menit . . .

Entah mimpi apa saya tadi malam, hal buruk pun terjadi pada kami. Segerombolan pengamen mendatangi kami, sialnya pengamennya adalah BANCI (baca : bencong) semua. ” wer..eeweer..eweeer…eweeer.. selamat sore mas ganteng,, auuhgh, numpang ngamen donk…bla bla bla bla”

Suasana tenang dan tentram berubah menjadi mistis seketika. Karena tak ingin muntah melihat manusia berkumis tapi pake tank top, akhirnya seribu perak kesayangan segera disodorkan ke banci-banci tadi, dan berharap mereka segera angkat tangan dan kaki. Hati sedikit terasa tenang, karena mereka akhirnya pergi juga dari tempat kami makan. Tapi, tak disangka-sangka, sembari mereka pergi tangan mereka “keluyuran” kemana-mana. Badan atletis saya terkena serangan maut “d’cubits bin mantep”, betapa sialnya saya. Makan pun jadi terasa bancinya!! Ough!

Soto Ceker “Jakarta” tapi di Jogja

Beberapa hari yang lalu saya didatangi oleh kedua teman saya di kos. Mereka berniat mengajak saya makan malam, padahal saya baru saja pulang dari makan. Karena rayuan dan paksaan, ditambah rasa ngga enak saya karena mereka jauh-jauh datang ke kos, akhirnya saya memutuskan untuk ikut makan ‘lagi’.

Kami memutuskan untuk mencoba Soto Ceker “Jakarta” yang berada di ujung barat jembatan baru pogung (Jalan Monjali). Warung kecil ini belum begitu lama dibuka, baru sekitar 2 mingguan. Tak mau mati kelaparan, kedua teman saya langsung memesan soto ceker GPL (gak pake lama), tak lupa dengan minuman sejuta umat “Es Teh”. Saya masih merasa kenyang, jadi saya cuma pesan minuman saja yaitu Jus Jeruk. Sambil menunggu mbaknya meracik soto, saya iseng-iseng mengambil gambar dengan kamera handphone saya.
Tempat yang sederhana, dihias dengan kap lampu dari bambu dan meja-meja kecil yang terbuat dari bambu juga.

Akhirnya, pesanan pun diantar ke meja kami. Tapi ada yang aneh, ternyata ada 3 mangkuk Soto Ceker. What??? ternyata saya dihitung pesan juga -_- Yoweslah, daripada mubazir akhirnya saya juga ikutan makan ‘lagi’ (dan cacing-cacing di perut pun bersorak ‘kembali’).

sotonyaTernyata eh ternyata Soto Ceker nya mak nyuuus!! Sesuai dengan namanya, soto ini memang didominasi ceker ayam yang “pating crenggeh” di dalam mangkuk, selain itu terdapat juga pelengkap yang lain, seperti kentang, emping, dll.

Alhasil saya pun menghabiskan semangkuk Soto Ceker tadi.
Tak perlu khawatir soal harga, karena masih termasuk harga mahasiswa, cukup dengan uang 5000 rupiah saja anda sudah bisa merasakan “tamparan ceker” ini.
Selamat Mencoba! :)

indahnya kebersamaan . . .

Pernah merasa kesepian? pernah merasakan kesendirian?

Mungkin itu adalah sesuatu yang akan sulit terwujud jika kita sedang berada di HMEI. Ruang sempit yang ngga bagus-bagus amat, namun menjanjikan. Di HMEI kita akan merasakan indahnya kebersamaan dengan teman-teman. Anak-anak yang selalu kompak, ceria, penuh canda tawa (hahaha..lebay) akan selalu ada untuk kita. Hari-hari diawali dengan senyum dan sapaan yang selalu menjadi penyemangat jiwa.

wah . . . tanganku mendadak lemes nulis koyo ngene :D

langsung aja, tak tunjukin salah satu kekompakan anak-anak elins di HMEI :

elins_kompakelins_keren

Gambar yang sebelah kiri, adalah kekompakan anak-anak elins waktu mau sholat ke masjid. Walaupun cuma satu motor, tapi bisa buat ber 6 :D . Gambar sebelah kanan, pas nunggu pesenan mie ayam. Karena ada yang ngga dapet tempat makan, maka direlakan untuk berdiri semua..hehehe.

boleh percaya, boleh tidak ;)

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes