Kemaren sore, menjadi sore yang sangat menyeramkan dan mencekam. Sejak siang hari, mendung sudah menyelimuti sebagian besar kota jogja dan akhirnya diakhiri dengan hujan deras disore harinya. Sesekali kilat dan gledek menyambar, seakan meluapkan kemarahannya akan manusia-manusia di bumi yang penuh dengan dosa . .
Yapz, intro nya cukup!!
Intinya, sabtu sore sehabis maghrib saya dengan teman saya makan di tempat biasa kami makan, yaitu di lesehan “Sabar Menanti” jalan monjali. Karena yang jualan masih mempersiapkan wajan penggorengan untuk menggoreng kami, akhirnya ayam harus menunggu agak lama.
1 menit . . . 10 menit . . . 15 menit . . .
Entah mimpi apa saya tadi malam, hal buruk pun terjadi pada kami. Segerombolan pengamen mendatangi kami, sialnya pengamennya adalah BANCI (baca : bencong) semua. ” wer..eeweer..eweeer…eweeer.. selamat sore mas ganteng,, auuhgh, numpang ngamen donk…bla bla bla bla”
Suasana tenang dan tentram berubah menjadi mistis seketika. Karena tak ingin muntah melihat manusia berkumis tapi pake tank top, akhirnya seribu perak kesayangan segera disodorkan ke banci-banci tadi, dan berharap mereka segera angkat tangan dan kaki. Hati sedikit terasa tenang, karena mereka akhirnya pergi juga dari tempat kami makan. Tapi, tak disangka-sangka, sembari mereka pergi tangan mereka “keluyuran” kemana-mana. Badan atletis saya terkena serangan maut “d’cubits bin mantep”, betapa sialnya saya. Makan pun jadi terasa bancinya!! Ough!
Beberapa hari yang lalu saya didatangi oleh kedua teman saya di kos. Mereka berniat mengajak saya makan malam, padahal saya baru saja pulang dari makan. Karena rayuan dan paksaan, ditambah rasa ngga enak saya karena mereka jauh-jauh datang ke kos, akhirnya saya memutuskan untuk ikut makan ‘lagi’.
Kami memutuskan untuk mencoba Soto Ceker “Jakarta” yang berada di ujung barat jembatan baru pogung (Jalan Monjali). Warung kecil ini belum begitu lama dibuka, baru sekitar 2 mingguan. Tak mau mati kelaparan, kedua teman saya langsung memesan soto ceker GPL (gak pake lama), tak lupa dengan minuman sejuta umat “Es Teh”. Saya masih merasa kenyang, jadi saya cuma pesan minuman saja yaitu Jus Jeruk. Sambil menunggu mbaknya meracik soto, saya iseng-iseng mengambil gambar dengan kamera handphone saya.
Tempat yang sederhana, dihias dengan kap lampu dari bambu dan meja-meja kecil yang terbuat dari bambu juga.
Akhirnya, pesanan pun diantar ke meja kami. Tapi ada yang aneh, ternyata ada 3 mangkuk Soto Ceker. What??? ternyata saya dihitung pesan juga -_- Yoweslah, daripada mubazir akhirnya saya juga ikutan makan ‘lagi’ (dan cacing-cacing di perut pun bersorak ‘kembali’).
Ternyata eh ternyata Soto Ceker nya mak nyuuus!! Sesuai dengan namanya, soto ini memang didominasi ceker ayam yang “pating crenggeh” di dalam mangkuk, selain itu terdapat juga pelengkap yang lain, seperti kentang, emping, dll.
Alhasil saya pun menghabiskan semangkuk Soto Ceker tadi.
Tak perlu khawatir soal harga, karena masih termasuk harga mahasiswa, cukup dengan uang 5000 rupiah saja anda sudah bisa merasakan “tamparan ceker” ini.
Selamat Mencoba!
Selamat Hari Pendidikan Nasional!!
Mungkin kebanyakan orang sudah lupa dengan peringatan ini, karena sudah dipadatkan dengan kesibukan sehari-hari atau malah memang acuh tak acuh.
Berawal dari perjuangan seorang pahlawan besar Ki Hadjar Dewantara yang tak kenal putus asa mendarmabaktikan seluruh hidupnya untuk kemajuan bangsa dan negara khususnya dalam bidang pendidikan.
Untuk mengingat dan menghormati perjuangan mulia beliau, akhirnya bangsa menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional, yang tiap tahunnya diperingati oleh warga negara sampai sekarang. Kita sebagai warga negara yang baik, harus melanjutkan perjuangan para pahlawan yang sudah lebih dulu mengerahkan jiwa dan raganya untuk membangun bangsa ini.
Mari kita dukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia!!
Pernah merasa kesepian? pernah merasakan kesendirian?
Mungkin itu adalah sesuatu yang akan sulit terwujud jika kita sedang berada di HMEI. Ruang sempit yang ngga bagus-bagus amat, namun menjanjikan. Di HMEI kita akan merasakan indahnya kebersamaan dengan teman-teman. Anak-anak yang selalu kompak, ceria, penuh canda tawa (hahaha..lebay) akan selalu ada untuk kita. Hari-hari diawali dengan senyum dan sapaan yang selalu menjadi penyemangat jiwa.
wah . . . tanganku mendadak lemes nulis koyo ngene
langsung aja, tak tunjukin salah satu kekompakan anak-anak elins di HMEI :


Gambar yang sebelah kiri, adalah kekompakan anak-anak elins waktu mau sholat ke masjid. Walaupun cuma satu motor, tapi bisa buat ber 6
. Gambar sebelah kanan, pas nunggu pesenan mie ayam. Karena ada yang ngga dapet tempat makan, maka direlakan untuk berdiri semua..hehehe.
boleh percaya, boleh tidak
Dengan tekad yang bulat dan semangat yang kuat, akhirnya saya berangkat kuliah Sistem Kontrol. Kuliah dimulai pukul 11.00 ( jam-jam paling potensial untuk tidur ) dan berakhir pukul 12.00. Saya mengikuti kuliah dengan penuh harapan dan atensi, tapi tetep aja…ngga dong T.T
Lha gimana saya bisa dong, ngliat papan tulis aja tulisannya kaya di gambar sebelah…
Dah gitu malah ada tulisan ‘rumit’ segala
tambah bingung saya..
ingin hidup normal
tidur tepat waktu,sehari 8 jam
makan tepat waktu, sehari 3 kali
mengurangi begadang
berangkat kuliah terus
ngga pernah telat
ngerjain tugas ngga H -1 (jam)
sholat tepat waktu
berbuat baik pada semua
ngga berkata kasar….
mulai minggu ini! Amiin..
→ Recent Comments